Kamis, 04 September 2014

Cowok Pakistan itu...

hmmm, sebenernya males sih cerita2 di sini tentang cowok atau apalah itu yang menyangkut kegalauan hati. Kayanya bukan gue banget gitu LOL. Alay2 gimanaaa gitu. Tapi ya udahlah gapapa. Lagian ini juga pengalaman yang unik.

Jadi ada situs nonton bioskop gratis dengan sub Indonesia namanya www.bioskops.com . Nah di situ ada chat room nya buat para penonton untuk sharing2 aja. Tertarik dong kan ya gue. Akhirnya saya buat akun, melalui chatango.com . Nah, awalanya setelah buat ga pernah ada kepikiran nih akun buat chatting. Intinya cuma buat akun bioskops.com aja.

Eh lama-lama banyak yang ngechat. kebanyakan sih orang2 dari South Asia atau Middle Eat gitu. Awalnya ga tertarik. Yah, bisa dibilang pengalaman gue chatting udh banyak lah, maklum semenjak SMA udah keanjingan chatting. Segala macam jejaring sosial untuk chatting udh dicobain hehe :p . Jadi ya sedikit tahu kalo karakter temen2 chatting dari orang luar gimana.

Kalo yang banyak sih dari arab, India gitu . Banyak banget orang2 sana yang demen chatting. Biasanya agak alay hehe (ini cuma opini sih). Langusng bilang suka, cinta, cantik atau apalah yang intinya suka memuji dan membuat wanita Ge Er. Awalnya dulu pas masih awam chatting suka2 aja digituin. tapi lama2 muak juga dan karakter yang seperti ini terus menerus terjadi di dunia perchattingan, jadinya agak gimanaaa gitu.

Nah, pas kmaren chatting di chatango.com ada cowok dari Pakistan yang ngechat duluan. Awalnya ada stereotype yang muncul, "nih cowok dari Pakistan, kayanya rada2 ketat dan kaku nih cowok". Secara gitu ada bayangan awal yang muncul kalo denger negara "Pakistan". hehe, maaf ya, ini cuma opini penulis kok :p.
Tapi ya udah akhirnya kita kenalan, ya lumayan dari pada bete ga ada temen chatting. Lupa deh ngomongin apaan waktu itu, yang jelas obrolan kita berpindah ke WA.

Awalnya ini obrolan biasa aja. Tapi jujur aja cowok ini terkesan baik dan dewasa, agak beda sih sama cowo2 South Asia yang pernah gue temuin. Akhirnya kita tukeran foto. Dia malu ga mau ngasih foto awalnya. Tapi setelah gue paksa gitu akhirnya dia mau. Tau ga apa yang bikin dia malu? Bewoknya, hahahha. Iya, dia malu kalo ternyata tampang dia ga seperti yang dia harapkan karena bewoknya tumbuh lebat itu. Padahal umurnya baru 24 tapi terkesan tuwir. Gue bilang aja, temenan itu kan ga mandang fisik dan kayanya dia lebih kece kalo bewoknya mau dirapihin dikit. Dia bilang makasih, tp dia bilang bewok ini semacam prinsip hidup. Dia memanjangkannya karena sunnah Rasul.

Nah, lama-kelamaan kita saling tuker informasi, mulai dari kita kuliah dimana, apa kesibukan kita, pkerjaan ortu kita, jumlah saudara kita haha. Dan dia bilang dia kuliah di COMSATS Islamabad. Karen gue orangnya kepo gue cari googling deh di google. Ternyata itu universitas yang cukup bagus di Pakistan. dan dia juga bilang dia mengajar di Al Jinnah Muslim School. Dia bilang bokapnya itu Professor matematika. Dia tujuh bersaudara. Dia tinggalnya di hostel deket kampus. dan Keluarga dia berasal dari daerah Multan. Dia bilang dia ga terlalu mahir naik motor dan ga bisa nyetir. Tapi taulah, bomat, serius amat gue mikirin, mau tu datanya bohong atau ga, ya gapapa, terserah aja, yang penting sebagai temen chatting dia cukup baik.

Nah, karena bewoknya ini gue jd menganggap "nih orang kayanya ilmu agamanya lebih dalem dari pada gue" hehe. Gue sering banget godain dia masalah agama, dia sih ketawa-ketawa aja. tapi sumpah gue merasa dangkal banget di depan dia. Dia nanya balik "kamu serius mau ngomongin agama?" gw bilang "ga deh itu kayanya berat bahasannya". Dia bilang lagi "nah itu lah mengapa gue gamau ngomongin agama". dan gue krik-krik sendiri, ngerasa jleb.

Intinya nih orang pembawaannya dewasa, lumayan smart sih dari jawaban2 pertanyaan yang gue ajukan ke dia. Tapi orang ny agak suka "rag" alias neggombal gitu. Entah itu disengaja atau ga disengaja. Tapi pas gue tanya temen gue yang lain dari Pakistan juga, katanya orang-orang Punjab emang masihr dalam berkata-kata dan berpuisi (kebetulan si cowok ini dari Punjab). Ya udah lah gue mulai terbiasa.

Tapi namanya cewe, gue kayanya agak mulai suka sama dia dengan keterbiasaan chatting. Gila ga tiap pagi sama malam gue chatting terus sama dia. Gue kadang tdur sampe jam setengah 3 pagi. jujur aja gue banyakk googling tentang pakistan semenjak kenal sama cowo ini. Kalo dari google sih, banyak opini negatif tapi ada juga yang positif. Gue sampe like fanpage di FB tentang orang Indonesia yang punya hubungan dengan orang Pakistan (gila banget ya gue).

Yah intinya sih sampe sekarang kita masih sering skype-an. cius deh, ada beberapa blog yang jadi acuan mengenai informasi yang gue terima tentang Pakistan (sepertinya saya sudah mulai serius) -_-". Lebay deh gue. ya gapa sih buat pengalaman aja. Biasa aja lah biasa sa, jangan dianggap terlalu serius. haha.


Oh ya, nama cowo itu Romaan Tayyab. Bewoknya pengen gue jambak aja, panjang banget hahahhaha.
udah deh segitu dulu.

bener2 gangguan di saat skripsi nih cowok. (alibi aja lo sa, lo kan bisa ngatur diri lo ) hahahahha.

nanti kalo ada kesempatan,  kita lanjut lagi gimana kisah chatting sama cowok ini. See ya..


NB : Semoga ini bukan postingan Alay :p

Rabu, 23 Juli 2014

Mulianya Laila, Tragisnya Laila

Cerita ini terinspirasi dari kisah nyata kehidupan seorang wanita yang telah tiada yang penuh kebaikan dan ketulusan serta pengabdian terhadap suaminya.

Laila adalah tetanggaku. Aku jarang berbincang dengannya. Pernah sekali saat pertama aku berbincang dengannya ketika ia pulang bekerja. Ia hanya menjawab sekenanya dengan nada kelembutan dan keramahan. 
"Baru pulang kerja ya mbak?" tanyaku
"Iya mbak, mari mampir" jawab Laila dengan seuntai senyum yang manis. 
Menurut tetangga, Laila adalah sosok wanita dewasa yang cantik dan ramah. Namun, ia terkesan tertutup karena jarang menceritakan perihal hidupnya. Hingga sampai sekarang kami (aku dan para tetangga) hanya mengetahui Laila sebatas pendatang yang sedang bekerja di ibu kota. 
Tersebutlah, Ramdan, seorang pelaut asal daerah yang tinggal di lingkungan kami. Ramdan merupakan sosok pria yang gagah dan cukup tampan. Ia adalah seorang bujangan. Yang aku dan tetangga ketahui adalah Ramdan menyukai Laila. Hal ini aku ketahui karena Ramdan sendiri kerap menanyakan perihal Laila kepada aku dan tetangga terdekat Laila.
"Bu Dewi, itu siapa ya namanya?" tanya Ramdan sambil menunjuk ke arah Laila yang sedang menunggu angkutan.
"Ooh itu Laila mas namanya, dia juga pendatang, tapi gatau dari mana asal dan keluarganya soalnya dia jarang cerita" jawabku.
”Maaf bu, apa Laila sudah punya pacar?" tanyanya lagi.
"Dia kayanya belum punya pacar mas, soalnya saya jarang liat dia sama laki-laki" jawabku. Sepintas terlihat guratan lega di wajah Ramdan.
Entah bagaimana ceritanya, enam bulan semenjak percakapan itu datanglah undangan pernikahan. Ternyata itu adalah pernikahan dari Ramdan dan Laila. “Ternyata mereka berjodoh” ucapku dalam hati. 
Sorenya, Laila lewat di depan rumah ku saat aku sedang menyapu. Sontak aku menegur dan mengucapkan selamat atas pernikahannya yang akan berlangsung. "Wah Laila selamat ya sebentar lagi kamu menikah dengan Ramdan!" kataku sambil tersenyum
"Alhamdulillah mbak Dewi, semoga ia bisa menjadi imam yang baik bagi saya" jawab Laila dengan penuh kerendahan hati. 
Pernikahan pun berlangsung. Masih jelas dalam ingatan bagaimana cantiknya Laila dalam busana pengantin. Posturnya yang mungil nan ramping, kulitnya yang mulus dan putih bersih menambah keanggunan Laila. Sepintas Laila mirip dengan penyanyi Yuni Shara.
Selang beberapa hari, Laila sudah jarang terlihat bekerja. Ketika ditanya olehku perihal kegiatannya bekerja, ia menjawab "kata Mas Ramdan, biar saja ia yang bekerja. Saya fokus saja di rumah menjadi ibu rumah tangga" timpal LailaSejenak aku berpikir bahwa Laila adalah tipikal istri yang penurut.
***
Tahun demi tahun berlalu. Benar adanya pepatah yang mengatakan tak ada gading yang tak retak. Pun perihal kehidupan rumah tangga Laila. Santer terdengar ada kabar miring tentang kehidupan rumah tangganya. Ketika sore hari, para ibu sedang berkumpul di warung, aku pun juga adaBu Ratna memulai perbincangan dan tentu saja hal yang dibicarakan adalah perihal rumah tangga Laila.

"Bu, kayanya si Ramdan itu selingkuh ya? Soalnya saya pernah liat malem-malem dia bawa pulang perempuan, trus masuk ke rumahnya. Pulangnya itu dua hari kemudian, kadang sampe seminggu lebih." ucap Bu Ratna
"Kayanya iya sih bu. Perempuan itu rambutnya panjang dan tubuhnya tinggi. Lumayan cantik lah. Soalnya suami saya pernah lihat jugatimpal BLita.

Aku yang mendengar hanya diam saja. Bukannya aku tak tahu kabar itu. Kabar itu memang telah sampai di telingaku. Apalagi aku masih tetangga Laila yang rumahnya berdekatan dengannya. Namun, aku tak mau ikut campur dalam perbincangan itu. Karena jujur saja, aku belum pernah melihat wanita yang para ibu ini bicarakan.
Dua hari pasca perbincangan itu, aku mulai melihat kebenaran akan kabar miring tersebut. Ketika aku hendak mengunci pagar rumah ku di malam hari sekitar pukul 11 malam, tak sengaja mataku melihat Ramdan turun dari mobilnya bersama perempuan dengan ciri-ciri yang persis disebutkan oleh Bu Lita.
"Ayo sayang kita masuk!" terdengar suara Ramdan memulai percakapan sambil merangkul pinggang wanita tersebut.
Saat itu juga hatiku bertanya "mungkinkah itu kerabat Ramdan? Tetapi mengapa mesra sekali"
Ah! Terlalu banyak spekulasi diriku akan pemandangan yang baru ku lihat.
Sepintas ku lihat ke arah mereka. Aku cukup terkejut saat melihat Laila keluar untuk membukakan pintu dan mengunci pagar. Saat itu juga aku tak menyia-nyiakan kesempatan untuk bertanya pada Laila. 
"La, ada tamu ya?" tanyaku dengan nada pelan.
"Iya bu, saya duluan ya" jawab Laila seadanya dan sesegera mungkin ia masuk dan menghilang dari pandanganku. Malam itu pikiranku berkecamuk menerka siapa wanita itu. Dan kenapa Laila bersikap biasa saja. Memang itu bukan urusanku. Tapi sepertinya ada yang tak beres.
Seiring dengan rutinitasku, pertanyaan itu menghilang begitu saja dalam pikiranku. Namun, layaknya putaran bola salju yang semakin lama semakin membesaar, buah bibir justru semakin ramai membicarakan Laila. 
***
Terkadang aku melihat wanita itu keluar masuk rumah Laila dan Ramdan dengan leluasanya. Memang benar kata BRatna, keberadaan wanita itu melebihi satu hari di kediaman Laila dan Ramdan. Tetapi sikap Laila terlihat biasa saja. Ia tak pernah menceritakan apapun pasal wanita itu dan suaminya. Kami pun masih enggan bertanya langsung kepada Laila.

Gosip pun beredar luas. Entah apa sudah sampai di telinga Laila. 

"Kayanya itu wanita selingkuhan si Ramdan deh bu!seru BLita. 
"Saya sih curigaBu Dewi sering kan liat wanita itu? kan Bu Dewi tetangga depan rumahnya" tanya Bu Ratna
Aku pun hanya menjawab "iya sih bu, saya sering liat wanita itu menginap di rumah mereka. Tapi sampai sekarang saya belum tau status wanita itu. Di samping saya belum tau kebenarannya dari Laila ataupun Ramdan, saya masih enggan menanyakannya"

Hari demi hari kelakuan Ramdan dan wanita itu semakin menarik kesimpulan bahwa mereka memang memiliki hubungan lebih. Bahkan sudah membentuk opini umum bahwa Ramdan berselingkuh. Hal ini bukannya tanpa alasan. Kemesraan sering mereka umbar di depan rumah mereka. Aku dan tetangga lainnya tidak bisa berbuat apa-apa karena sikap Laila pun menyiratkan seakan tidak terjadi apa-apa. 
Pernah Bu Lita bertanya langsung kepada Laila "maaf ya La, kamu kalau ada masalah rumah tangga cerita aja, anggap aja ibu ini sodara kamu" 
"Enggak apa-apa kok bu, bukan apa-apa, makasih udah nawarin tempat curhat, tapi bukan apa-apa kok bu" hanya itu yang keluar dari mulut Laila.
Sampai akhirnya para tetangga hanya bisa membicarakan dari belakang perihal rumah tangga Laila. Intinya, kami mengetahui Ramdan berselingkuh, tetapi kami menghormati Laila yang tak pernah cerita kepada kami, para tetangganya.
Terkadang aku bertanya, apakah yang menyebabkan rumah tangga Laila menjadi seperti itu? Apakah karena kehadiran anak yang tak kunjung hadir di pernikahan mereka, atau sebab lain? Ah, entahlah, Laila sendiri tipikal wanita yang mendekati sempurna menurutku.
***

Hari itu 28 Oktober 2010, lingkungan kami mendapat kabar duka. Laila meninggal. Ya, Laila meninggal. Ia meninggal begitu saja tanpa kami tahu penyebabnya karena yang kami tahu ia dalam keadaan fisik yang sehat. Yang mengherankan adalah seminggu sebelum ia wafat, ia pernah berpesan kepada kami,para tetangganya, saat sedang berkumpul di arisan
 "Ibu-ibu saya mohon maaf kalau ada kesalahan ya. Saya mohon tolong ibu-ibu perhatikan suami saya" ucap Laila
Saat itu kami kebingungan. Dengan polosnya Ibu Lita bertanya " Lho, kok begitu La? emang kenapa sama suamimu? Kenapa mesti diperhatikan?"
"Ga apa-apa bu, saya cuma minta tolong perhatiin aja" jawab Laila seadanya. 
Yah, itulah Laila, wanita cantik yang penuh misteri. Ia jarang membuka diri.

Ketika Laila meninggal, suaminya sedang tak ada di rumah. Keadaan Laila diketahui oleh Pak Rahman yang biasa meminta uang ronda bulanan. Saat itu ia heran mengapa tak ada jawaban dari Laila ketika ia mengetuk pintu dan memberi salam. Pintu pun tak terkunci. Akhirnya ia masuk dan mendapati Laila meninggal di ruang tamu dalam posisi duduk di sofa.
Laila pun dikubur menjelang Ashar. Karena aku dan para tetangga menghormati dan mengetahui Laila semenjak ia pindah ke lingkungan ini, kami bersepakat menggelar acara tahlilan untuk Laila. Namun, kematian Laila masih menjadi pertanyaan besar bagi kami. Mengapa Laila yang tampak sehat-sehat saja meninggal dengan mendadak? Memang ajal sudah diatur oleh Tuhan. Tapi apakah ada penyebab lain? 

Selang tiga hari kematian Laila, rumor terbaru pun beredar.

"Kayanya Laila meninggal tekanan batin deh karena suaminya selingkuh. Kata tukang cucinya almarhumah, perempuan yang sering datang itu sering tidur di kamar sebelah almarhumah, trus Pak Ramdan suka tidur di kamar yang ada perempuan itunya" ungkap Bu Ratna
"Kasian ya Laila, dia sama sekali ga pernah cerita derita dia ke kita. Keluarganya pun ga ada. Kalo kita tanya juga dia cuma bilang "bukan apapa kok bu" terus sambil senyum" timpal Bu Lita
"Inget ga bu waktu arisan yang lalu almarhumah sempet minta maaf dan minta tolong ke warga sini buat jagain suaminya?" tanya Bu Ratna
"Oh iya inget. Ya Allah kasihan sekali kamu Laila. Pantesan dia pesan seperti itu mungkin sudah pertanda dia akan meninggalPesan dia tentang jagain suaminya itu mungkin sebagai sinyal bahwa dia tahu suaminya selingkuh tapi ia gabisa bilang ke siapa pun, karena menutupi aib suaminya.” tambah Bu Lita. 

Hatiku miris sekali mendengar percakapan itu. Jika memang Laila meninggal karena tekanan batin, sungguh mulia dirinya karena tak pernah menceritakan keburukan suaminya. Ia terlalu menjaga martabat suaminya hingga ia mengorbankan dirinya sendiri. Ia menyimpan semua kepiluan hatinya seorang diri. Mungkin Tuhan begitu menyayangi Laila. Ya, Laila. Wanita yang cantik, penuh kelembutan dan baik itu telah tiada untuk selama-lamanya. 
Aku hanya bisa berdoa

semoga Tuhan menempatkan Laila di sisi-Nya dengan tenang karena menutupi aib suaminya dan menahan derita hidup sendirian. Mulianya Laila. Tragisnya Laila.

By:
Zsa Zsa Ryana
27 Juni 2014

Minggu, 01 Juni 2014

Belajar Stir Mobil grrrrr

hi, apa kabar? gile udah lama bgt gue kagak ngepost di blog ini.

ada 2 blog nih, yg satu jg kagak keurus.

kali ini gue mau shere  share tentang pengalaman blajar mobil.

Sebetulnya gue udh pernah belajar stir mobil di lembaga gitu. Lima kali pertemuan 500 rb. Awalnya didaftarin sama papa. Pas daftar sih gampang, cuma nyerahin KTP buat sementara aja sama kasih nope. tempat lembaganya itu di daerah Cilincing (tau sendiri kan Cilincing pegimane medannya) sempet jiper juga pas tw papa masukin gue di tempat kursus daerah situ. Tapi ya namanya belajar, coba aja.

Awal pertemuan, gue kira gue duduk di samping pelatihnya dulu sambil liat  cara dia nyetir, ga taunya gue surh langsung duduk di bangku supir. Pelatihnya itu namanya Pak Yanto. Bdeeeh namanya Jawa tapi logatnya Betawi asli. "udah langsung bawa'".. Jujur aja gue bener2 nol dalam hal mobil. Waktu awal bawa tegangnya naudzubillah, (kalah kali tegangan listrik) ahhahaha. Masih blom trlalu bisa ngendaliin stir. Mobilnya ini mobil manual Xenia dan Avanza (selama 5 kali prtemuan gue seringnya dapet Xenia sesuai dgn mobil yang baru dibeli bokap). Yang paling ribet itu nyamain kopling sama gas. Asli sempet mati mati melulu di jalan. Spion angkot juga pernah kesenggol, untung kagak papa. Tapi untungnya di bangku pelatihnya ada kopling dan rem juga, jd dia bisa ngendaliin (nanti gue tau setelahnya bahwa hal ini yg justru bikin gue belum lancar bawa mobil). Sama Pak Yanto aseli bikin tegang bawaannya, soalnya ngomongnya bikin kaget dan nadanya itu kagak selow.

Ada lagi namanya Pak Andi, pelatih yang satunya. Nah, sama Pak Andi ini lumayan enak dari cara ngomongnya. Sepertinya dia cukup tau cara menyampaikan ilmu dgn pertimbangan psikologis pemula. Nada dan intonasinya itu enak deh, jadinya bawanya tenang. udah lima kali pertemuan, bangga kan tuh gue ceritanya udah selesai. Nah, ceritanya gue yakin tuh saat itu gue pasti bisa mengingat rute yang dijalani saat belajar itu Cilincing, Tanjung Priok, Kelapa Gading, Kramat, Cilincing lagi yang banyak kontenernya di kanan kiri depan belakang. Dan gue yakin jalanan biasa mah kecil (sombong gitu -_-)

Nah pas itu gue disuruh bawa sama sepupu gue si Piyul bawa Grand Livina, yang matic (mana gue blajarnya manual). Bawanya itu cuma dari tempat tukang baso sampe rumah, ya, di daerah pemukiman padat. Otomatis gue pede dong. Tapi ternyataa.... jeng jeng, syusyah syekali lebih syusah di jalan yang banyak kontenernya. Secara pemukiman padat, parkir kotor sembarangan, banyak orang dll lah. Gue pelan2 banget, hampir aja tuh gue nabrak anak sekolah. Gue blom bisa memperkirakan jarak kaca mobil dengan moncong mobil (kalo mobil tempat kursus kan ada antenanya, jadi tau jaraknya). Tapi untung bisa lah...


Abis itu, mobil Xenia papa dateng tuh. Doi beli dari adenya yang bisnis jual beli mobil di Banjarmasin, dipanggilnya Om Zerman (bagus ya namanya). Pas mobil udah dateng, diurus lah tuh sama kak Suryana (driver dari TRAC) yang juga disuruh ngajarin gue sama ade gue si Luthfi. Sumpah gue diketawain dan kak Suryana bilang "Jadi ini nih hasil les? gila mendingan duitnya buat gue ngajarin lo, mayan satu juta sama ade lo. Gue bilangin ya, jangan deh lo belajar di tempat kursus stir gitu, karena dy itu ada kopling dan rem tambahan, mobilnya udh didesain khusus. Kan itu kaga gambarin medan yang sesungguhnya kaya mobil lo ini"

Asli gue kagok banget. Baru 4 kali gue diajar dy, bener2 buyar yang gue pelajarin di tempat kurusu stir mobil. Mobil mati mendadak lah karena koplingnya kagak stabil, trus mundurnya belum stabil, megang stir masih salah, pokoknya banyak dah. tapi dr kak Suryana ini gue banyaaaaaaak banget dapet pelajaran tentang mengemudi yang baik dan benar. Mulai dari cara megang stir, dy ngasih tau ada dua model megang stir pertama 9-3, yang kedua 10-2 (stir itu bagaikan jam tangan kita disesuain dengan jarum 9-3 atau 10-2). Cara memutar stir dimana tiap tangan memutar itu kaya estafet, jadi tangan pasti ketemu tangan lagi. Trus muter gimana pun itu stir tetep tangan dalma posisi 9-3 atau 10-2. Ada lagi cara duduk yang baik saat mengemudi yaitu dengkul dikasih jarak, jangan mentok banget ke bawah stirnya. kata dia kalo kaya gitu mah sama kaya tulang angkot. Dalem hati gue emg beda ya driver yang dilatih sama perusahaan elit, TRAC (Astra Rent A Car)

Tadinya gue kagak tau tentang TRAC, tapi gue cari di internet, itu perusahaan rental mobil tapi profesional banget dah. Kak Suryana juga cerita sering bawa klien dari luar negeri dan bverbagai macam mobil udh dia pegang, kaya Mercedes, Alphard, Ferrari, Lambrghini, dll lah. Pantes dia tauuu banget soal supir menyupir. Bener2 deh teorinya banyak banget, ada teori dua detik (gue masih belom ngerti itu). Ada lagi cara jaga jarak mobil kalo mecet (misalnya kita takut mepet). Dia bilang bisa diukur dari sorot lampu mobil kita terhadap mobil di depan kita (untuk malem). Kalo cahayanya makin kecil berarti makin deket. Kalo siang bisa dengan pantulan gambar mobil kita di body mobil depan kita, kalo pantulannya makin jelas, berarti mobil kita deket. Bener2 deh dia jago banget bawa mobilnya. Salut...


Nah kembalii ke laptop kembali ke topik belajar stir. Hari ini gue diajak belajar tuh di daerah deket Sunter gitu. Asli selama ini dia ngajarin baik alias kagak tegas2 amat. Mungkin karena cape kali ya liat perkembangan gue yang gini2 aja, pas diajarin tadi dy tegas tapi cenderung galak. Jujur aja itu ngebuat mental gue agak blingsatan ahhahahha. Gue diajarin mundur pala dan buntut (mobil) kagak bisa). Gue orangnya panikan, ragu dan takutan. Gimana dong cara ngilanginnya. Kayanya dia udh eneg liat perkembangan gue yang takut2 terus. Akhirnya dia ajarin aja tuh ulang2 ulang cuma bilang "maju, gigi satu, gigi dua, off, puter kanan, puter kiri" berulang ulang, tapi harus cepet, gue gelagapan asli. Semuanya dipake kpling, rem tangan (selama ini dy yg megang rem tangan), gas dll. Gue di suruh bawa ke jalan raya yang agak rame. Gilee tuh mobil pas tikungan mati mendadak, panik lah gue. Malah dy nyuruh cepet2 nyalain, tp akhirnya gue bisa bawa, Cuma kekurangan gue masih kurang sigap, trus jalanan jg kurang pas misalnya sebelah kanan ada pohoh, kadanga spion deket bgt sama pohon, jd masih kurang bisa pasin.

tapi akhirnya dy blg "bete kan lo sama gue". Gue jawabnya aj engga, tapi dalem hati "BETE PARAH,". Gila, dibentak2 bikin stres. tapi emang sih gue pernah denger kata temen gue, yang dy punya temen kurus mobil dan itu parah pelatihnya, kadang ngomong kotor dan marah2 terus (untung pelatih gue ga gitu ). Pas pulang, malah papa suasananya kayanya agak esmosi emosi. Papa bilang "bisain dong, masa udh di lesin ga bisa2. Apa perlu papa tlpon tempat kurusunya bilangin kalo anak gw ga bisa2. percuma dong kalo kaya gitu, bayar org lagi. Kalo ky gt mendingan didampingin sama orang yang mahir aja". Asli gue abis dibentak2 sm Kak Suryana, trus ditambah pulang, diomongin gitu. Beeeh mental gue agak down!!. Dalam hati gue bertanya (cie) "bisa ga ya gue nyetir mobil?". eh gue hampir desperate, pas itu search ttg cara mengemudi mobil ternyata gue liat blog orang, waduh banyak yang parah saat belajar mobil. Walopun mereka ada yg udh kursus, trnyata masih pada takut2 juga. Lucu sih bacanya. Ada yg nabrak lah. Di situ gue tau trnyata bkn gue doang yang ilmu di tmpat kursusnya buyar ahhahahha. tapi di blog itu ada saran yang kece yaitu kira2 kaya gini "belajar mobil jgn menyerah, tapi tetap hati2"....

Dari situ gue blajar, dan bertekad, InsyaAllah, gue pasti bisa setir mobil sendiri dgn keadaan baik, benar, lancar dan aman. Amiiin. Gue ga boleh nyerah... Akhirnya pun gue nulis di blog ini. Luamyan buat brbagi cerita..

Mudah2an aja gue cepet bisa. Pasti Bisa! Harus Bisa! Amiiin...


Rabu, 25 September 2013

meeting great students

assalamualaikum. hi there :)

hi, this once, i wud like to tell my experience time during prastice teaching in SMA N 13 Jakarta. as u know, it was my SHS. So i don' need  longer time to adapt

First, our team consist of 5 members. Me, Rifka Kamilia, Robi Amrullah, Ka Miftah, And Erik
i am instructed to teach 12 social 1.

for the first time i taught there, i felt so so so nervoush.
i thought i could't master the class. but as long as i teach there i feel soo comfortable.

i like 12 social 1 so much. on 24 Sept i asked them to take a walk to observe around d'school's environment to notice the signs of modernization and globalization. i thought they didn't like it because we did that on 11.15 AM. so hot. but, one thing 1 like from them, they didn't complain. Otherwise, they said that it was their first time to take a walk around the school. They said, they study there is almost 3 years, but they did it juz for once .

along the outing class, we visited 30 JHS. it's all so coincidence and sudden. I felt so happy.

At the end of the session, we took a photo.

Yesterday, on 25 Sept,  i saw them playing angklung. I looked at them from 2nd floor, then, they said  hello to me. At that time, i dunno what feeling controlled me, my heart juz said "what a nice students  they are, what a happy feeling to know they  noticed me, i love them so much"

when i went to bathroom, i couldn't bear my tears. the teardrops juz began to drop. then, november (last month to teach appeared in a glimpse), i felt sad to think i would separate with them....


I love u so much my first formally students 12 social 1

kalian begitu menggemaskan, walaupun terkadang aku harus bekerja keras agar kalian masuk ke dalam pelajaran ku. Rasanya aku ingin sekali membawa kalian pulang bersama ku hahahaa. tapi itu tidak mungkin.

Tetapi jauh di lubuk hatiku yang terdalam, aku yakin kalian akan menjadi orang-orang yang hebat yang sukses. InsyaAllah :)

Masih banyak lagi yang ingin saya (lebih enak pake saya hehe) share mengenai pengalaman saya mengajar (PPL) di SMA N 13  .

Hari ini saya akan mengajar kelas X S 2, mudah2an saya bisa menguasai kelas tersebut> amiin. Wish me luck :)

Minggu, 11 Agustus 2013

Anyer Part 1

Assalamualaikum Wr,Wb.

Sebelumnya mau ucapin met lebaran ya, selamat hari raya Idul Fitri 2013 , minal aidzin wal faidzin,mohon maaf lahir dan bathin.

Nah, kali ini gue mw share ttg family tradition after lebaran, yaitu jalan2. Pada lebaran kali ini keluar ga gue decided untuk having vacation as usual. Yang glanya, keluarga gue ini, kalo liburan selalu ngedadak. Dan jam 8 pagi kita udah siap2. Tapi, ya u know lah , baru berangkat jam 11. At first we decided to go to Puncak, to rent a villa, smuanya mendadak man, MENDADAK!!. saatditanya pas jam 8 pagi ke tante gue "mau kemana?" jawabannya "gtw"', nyokap gue tanya lagi "emg mw nginep?". tante gue jwb "gtw" lagi. ya udh utk jaga2, we were asked to bring "baju ganti".

Akhirnya, berangkat lah kita,dengan 3 mobil. Alhamdulillah si ferdot udh bisa nyetir, si piul jg udh bisa, (jago2 sepupu gue nyetirnya). gue ikut mobil tante Tia. Pas di jalan sih udh menuju ketol puncak, tp because the situation was getting traffic, we decided to turn around, going to Anyer, again. Selama perjalanan, ada aja pemnadangan atau kejadian yang bikin deg2an. Pertama, kita ngeliat ada mobil yang pas lagi ngebut2nya, ban belakang kanannya copot. Alhasil, velgnya yang besi bergesekan dengan aspal, membuat percikan api, dan mobil pun jd oleng. Pas banget itu mobil ada di depan mobil yang gue naikin. Untung om gue bisa menghindar dari ban yang tiba2 ada di depan mobilnya. Om gue akhirnya menepi dan nolongin yang punya mobil dengan ngasih bannya. Pas diliat sama om gue, penumpang di dalamnya penuh, banyak bgt, alias overloaded. Geez!.

Lanjut.Masih di perjalanan. Pas udh nyampe Anyernya, di jalan itu kita ngeliat mobil angkot, kaya APB gt warna merah, terbakar. Dan asapnya sangat besar. Pas ngelewatin, ngeri jg klo tiba2 meledak. Tapi, om gue justru malah berhenti di depannya, trus ambil kamera dan jepret itu gambar mobil kebakar. -_-"

Ada perasaan ga enak sih, "ada apa ini?", tp buru2 gue posthink. Soalnya gue inget perkataan ade gue"ka, sebenernya ga bagus tw pergi2an hari Jum'at" gt.

Tapi untungnya ga terjadi apa2. Alhamdulillah.

Nah, sekarnag yang adalah nyari Cottage. Udah beberapa kali kita mampir ke hotel atau cottage, tp selaluu penuh. Ada jg yg ga ada view lautnya, dan kita gamau. Akhirnya setelah nyari beberapa lama, kita nemuin "Sea side cottager Siyoni". Nampak luar ga terlalu bagus sih dibanding "Pondok Layung" tempat thaun lalu kita nginep, tp di PL udh penuh, itu juga udh untung dapet cottage.

nah, mau tau kita ngapain aja di cottage , yg pasti seru! tapi nanti ya di-share lagi, batterynya udh mw abis *kan tinggal lo charge sa!. Iya tp gue males. hahah,. dan sekarang waktu menunjukkan pukul 23.59. Saatnya tidur. Tapi paling gue nonton tv. Ya udag ya nnti ada part 2 nya. Seru kok. Selamat malam. Eh sekarang pukul 00.00 hehe. Niteeee :)

Assalamualaikuuuum :*

Senin, 05 Agustus 2013

my brother's new life

hi, like usual, i share here before i sleep.

Tonight i wanna share our (my family's) happy story. Alhamdulillah, my brother is accepted as the student of STIMAR AMI (05/08/2013) . i hope this will be his starting journey for his better life. Amin.

Next time gue share deh foto ade gue klo pke seragam kuliahnya, hehe , Godwilling ya.

Congrats my young bro "Luthfi Marzadin N"....

Keep study hard and serious. tetap rendah hati dan jadi org yg bertanggung jawab. Amiiin :)

Minggu, 04 Agustus 2013

another new lesson

Assalamualaikum. Good nite Jakarta :)

yesterday i got a new lesson. Saya baru menyadari betapa buruknya meremehkan orang lain (oke, maybe that person didn't aim to do that) . Mungkin perasaan saya saja.  Intinya, saya menganggap hal itu sebagai pelajaran tanpa menyalahkan orang lain. Yang pasti, saya merasa bahwa saya masih harus banyak belajar, banyak sekali.

Bahwa saya masih sangat harus banyak belajar tentang Sosiologi dan ilmu-ilmu lainnya, itu memang benar. Bahwa saya harus banyak belajar tentang bagaimana untuk tidak cepat tersinggung, itu juga benar. Bagaimana menjadi pribadi yang ramah, menjadi orang yang optimis dalam segala kesempatan, bagaimana mengatur anger saya, bagaimana selalu berpikir positif, bagaimana menjadi contoh yang baik, bagaimana menjadi diri sendiri dengan penuh percaya diri, bagaimana menganggap hal baru sebagai pelajaran dan bukan beban yang harus ditakuti, bagaimana menjadi pribadi yang pandai bersyukur, bagaimana menjadi pribadi yang selalu menghargai waktu, orang lain, dan apa pun itu, mereka adalah benar.

Saya tidak bisa terus-terusan berlaku seperti "latah" apa yang orang lain bilang atau kerjakan , saya ikuti. tetapi i have to be smart in taking the good things that i can take from others. it doesn;t meant that u hav to be another person.

Saya cukup sering merasa "mengalah" dan saya rasa dari sikap "mengalah" itu saya mendapatkan peljaran-pelajaran baru. Kadang-kadang, saya jadi tau bagaimana rasanya menjadi orang yang kurang didengar, bagaimana rasanya menjadi orang yang diremehkan, bagaimana rasanya bisa tahu kalau suudzon itu datang lantas saya buru-buru menepisnya. Kadang kala saya berpikir bagaiman jika saya di posisi dia, pasti akan lebih berat. Dan ketika perasaan itu muncul, gairah bersyukur selalu menyala dalam benak. Namun, lagi-lagi saya tidak bermaksud menyalahkan orang lain atau diri saya, saya hanya mencoba memetik pelajaran dari setiap kejadian yang dialami.

Meneteskan air mata itu menjadi jalan yang cukup spontan. Dan, pada akhirnya, tempat saya kembali adalah kepada Allah SWT. Tapi saya takut, jika menjadi hamba yang hanya berkeluh kesah tentang kelemahan diri, kegelisahan hati, begitu suasana berganti saya menjadi lupa pada-Nya. Saya takut akan hal itu. Tetapi Engkau selalu sabar mendengar keluh kesah bahkan gembira ku.

Intinya, meremehkan orang lain adalah perbuatan yang sangat merugikan baik itu untuk diri sendiri atau untuk orang lain. Kadang terlalu sensitif itu tidak bagus. Kadang pemilihan kata dalam berucapa dalah hal yang harus diutamakan dalam berkomunikasi. Kadang orang lain tidak bermaksud untuk meremehkan. Lepas dari itu semua, kita lah yang bisa menemukan pelajaran dari setiap apa yang kita alami. Jikalau merasa salah, cepat-cepatlah minta maaf. Saya pasti bisa menjadi pribadi yang tidak diremehkan orang lain, kadang kita harus menyadari, mungkin di satu sisi seseorang memiliki kekurangan, tetapi cobalah berpikir positif dan melihat kelebihan orang tersebut dari sisi lain. Lihat dari sisi lain. Dengan begitu sikap meremehkan atau perasaan diremehkan bisa disirnakan :) :)


it seems like i hav to practice my ability in writing formal or non formal writing